Data Anak Penyandang Disabilitas

Konsep Teknis
Statistik Program
Statistik Sektoral
Konsep Teknis

Anak Penyandang Disabilitas adalah anak yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpatisipasi penuh dan efektifk berdasarkan kesamaan hak

 

Perlindungan Khusus anak penyandang disabilitas adalah suatu bentuk perlindungan yang diterima oleh anak penyandang disabilitas untuk memenuhi hak-haknya dan mendapatkan rasa aman, terhadap ancaman yang membahayakan diri dan jiwa dalam tumbuh kembangnya.

 

Disabilitas fisik, dalam hal ini anak penyandang disabilitas mengalami gangguan fungsi gerak antara lain amputasi, lumpuh layu atau kaku, paraplegi, celebral palsy, akibat stroke, akibat kusta, dan orang kecil. Salah satu satu disabilitass fisik adalah Disabilitas daksa, dalam hal ini anak mengalami gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro- muskuler (syaraf otot) dan struktur tulang yang bersifat bawaan seperti celebral palsy (kelainan syaraf otak), dan kelumpuhan akibat penyakit polio, dan/atau kecelakaan.

 

Disabilitas intelektual, dalam hal ini anak penyandang disabilitasi mengalami gangguan fungsi fikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, antara lain:

  1. Anak disabilitas grahita, dalam hal ini anak yang memiliki intelegensia yang signifikan berada di bawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi perilaku yang muncul dalam masa perkembangan.
  2. Anak lamban belajar (slow learner), dalam hal ini anak yang memiliki potensi. intelektual sedikit dibawah rata-rata, tetapi belum termasuk gangguan mental. Mereka butuh waktu lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun non akademik.

 

Disabilitas mental, dalam hal ini anak penyandang disabilitas mengalami ganggungan fungsi pikir, emosi, dan prilaku, antara lain:

  1. psikosial seperti skizofrenia, bipolar, depresi, anxiety dan gangguan keperibadian;
  2. disabilitas perkembangan yang bepengaruh pada kemampuan interaksi sosial, pengendalian emosi dan kontrol sosial diantaranya autis dan hiperaktif.
    1. Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH) atau Attention and Hyperactivity Disorder (ADHD), dalam hal ini anak penyandang disabilitas mengalami kelainan mekanisme tertentu pada sistem syaraf pusat yang mengakibatkan anak menjadi hiperaktif, tidak bisa beristirahat, berperilaku tidak sabaran, kesulitan untuk memusatkan perhatian dan impulsif.
    2. Anak dengan Gangguan Spectrum Autisma, adalah suatu kondisi yang dialami seorang anak sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak mampu membentuk hubungan sosial atau berkomunikasi.

 

Disabilitas sensorik, dalam hal ini anak penyandang disabilitas mengalami ganggungan salah satu fungsi salah satu indera, antara lain disabilitas netra, disabilitas rungu, dan/atau disabilitas wicara.

  1. Anak Penyandang Disabilitas Netra, adalah anak yang mengalami gangguan daya penglihatan, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian (low vision).
  2. Anak disabilitas rungu, adalah anak yang memiliki hambatan dalam pendengaran, baik sebagian atau menyeluruh dan biasanya memiliki hambatan dalam berbahasa dan berbicara.
  3. Anak yang mengalami gangguan komunikasi adalah anak yang mengalami masalah dalam berbahasa, berbicara dan mendengar.

 

Disabilitas ganda atau multi yaitu anak penyadang disabilitas yang mempunyai dua atau lebih ragam disabilitas, antara lain disabilitas rungu-wicara dan disabilitas netra-tuli. Anak Disabilitas ganda, adalah anak yang memiliki dua atau lebih gangguan sehingga diperlukan pendampingan, pelayanan pendidikan khusus dan alat bantu belajar yang lebih khusus lagi.

 

Disabilitas Psikososial adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun yang mengalami gangguan dalam proses berpikir, berperasaan (emosi), berprilaku yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berperan sebagai anak, berpartisipasi penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak.

 

 

Statistik Program

TahunDeskripsiSumber Arsip

Statistik Sektoral

TahunDeskripsiSumber Arsip
2019Jumlah SLB dan Siswa Menurut Provinsi, Tahun 2019KemendikbudJumlah-Penyandang-Disabilitas-dan-Persentase-Penyandang-Disabiltas-Umur-0-18-Tahun-Menurut-Wilayah
2018Jumlah Penyandang Disabilitas dan Persentase Penyandang Disabilitas 0-18 Tahun Menurut Wilayah, Tahun 2018Simpd.Kemsos.go.idJumlah-Sekolah-Luar-Biasa-SLB-dan-Siswa-Tahun-2019
2015Jumlah Penduduk Berusia 10-19 Tahun menurut Tingkat kesulitan melihat dan Jenis Kelamin, Tahun 2015BPS (SUPAS 2015)Jumlah Penduduk Usia 10-19 tahun Menurut Tingkat Kesulitan Berbicara dan Jenis Kelamin
2015Jumlah Penduduk Berusia 10-19 Tahun Menurut Tingkat kesulitan Mendengar dan Jenis Kelamin, Tahun 2015BPS (SUPAS 2015)Jumlah-Penduduk-Usia-10-19-tahun-Menurut-Tingkat-Kesulitan-Melihat-dan-Jenis-Kelamin
2015Jumlah Penduduk Berusia 10-19 Tahun Menurut Tingkat Kesulitan Menggunakan/Mengerakkan Tangan/Jari Menurut Jenis Kelamin, Tahun 2015 BPS (SUPAS 2015)Jumlah-Penduduk-Usia-10-19-tahun-Menurut-Tingkat-Kesulitan-Mendengar-dan-Jenis-Kelamin
2015Jumlah Penduduk Berusia 10-19 Tahun Menurut Tingkat Kesulitan Berbicara, Memahamai dan Komunikasi Menurut Jenis Kelamin, Tahun 2015BPS (SUPAS 2015)Jumlah-Penduduk-Usia-10-19-tahun-Menurut-Tingkat-Kesulitan-Mengerakkan-jari-dan-Jenis-Kelamin
2015Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur, Tingkat Gangguan Perilaku Dan Atau Emosional Dan Wilayah, Tahun 2015BPS (SUPAS 2015)Jumlah-Penduduk-Usia-10-19-tahun-Menurut-Tingkat-Kesulitan-Perilaku-dan-Jenis-Kelamin